Udah Lama sebenernya pengen nulis begini, kesampaian juga berkat buka timeline dan menemukan updatean twitter mengenai betapa bangganya seorang wanita yang memiliki pacar seorang ( yang disebut ) fotografer. Selain itu memang makin banyak nya fenomena anak muda sekarang yang mengahruskan pasangan nya paling tidak bisa main photoshop biarpun hasil jepretan dari DSLR nya errr standar , pengalaman saya sendiri memiliki teman seperti itu. Jadilah mari kita meluangkan waktu sejenak menumpahkan isi kepala.
Apa sih pengertian Fotografer? menurut saya, Fotografer adalah orang yang melakukan fotografi, jadi Fotografer ya orang yang menghasilkan foto dari cahaya. Apa lantas orang yang punya DSLR bisa disebut Fotografer? Ya enggalah, Tapi udah pasti orang yang punya DSLR pasti disebut pemilik DSLR :p
Kalau kalian pikir punya DSLR lantas tentang tenteng kesana kemari udah bisa jadi fotografer mungkin kalian termasuk kelompok anak muda kehilangan arah lagi mencari jati diri :p
Padahal kamera fotografer itu bukan hanya sekedar DSLR,
Ada Kamera non refleks kaya polaroid atau pocket, maksudnya non refleks pas motret ga pake cermin putar.
Ada lagi kamera refleks, ini kamera yang pake cermin putar buat mantulin objek, ya contohnya kamera SLR ( digital atau analog ) sama TLR tau kan TLR? Twins Lens Reflect itu kamera yang bentukan nya kotak keatas ada dua lensa.
Adalagi Kamera Format , ini biasanya kamera yang bergantung dari ukuran film nya, ada yang 35 mm, 120mm bahkan yang buat large format bisa pake film 4x5 inci apa 8x10inci. Makin Formatnya besar ya pasti makin bagus gambarnya.
Balik lagi ke bahasan awal,
Kenapa anak muda zaman sekarang seneng banget kalau diakui sebagai fotografer? Kenapa cewe zaman sekarang maunya punya pacar fotografer? ya itu tuntutan zaman lah, punya title fotografer itu mungkin sama kaya dapet McD sementara orang lain makan sayur bayem.
Buat jadi fotografer ga se simple mengatur gambar yang diambil harus pas atau under atau over exposure. Ga semudah mengatur ISO atau mengatur bukaan Diafragma dan ngeset Speed berapa yang kita inginkan. atau sekedar membuat komposisi agar foto enak di lihat. Jadi Fotografer itu proses, dari yang sekedar hobby,jadi amatir terus bisa profesional.
Tapi coba, pikirin deh kalau aja pasangan masa depan kalian fotografer apa masih bangga? masih bisa dijadikan sebuah prestis? Banggaan mana sama punya pasangan masa depan seorang pengusaha ? hayoooo...
bahkan ya ada beberapa paradigma yang berpandangan kalau fotografer itu kurang meyakinkan buat jadi masa depan.
padahal ya kalau semisal jadi fotografer komersil dan punya usaha studio sama advertising itu sangat menjanjikan, usaha advertising itu pekerjaan paling menjanjikan bagi orang orang yang punya pikiran out of the box dan bisa ngerti apa sih yang pasaran inginkan, FYI aja di tahun 2012 ini advertising pekerjaan paling di inginkan nomer 1.
Buat saya, title fotografer itu ga perlu, yang berarti tuh seberapa besar passion kita dibidang fotografi. Seberapa besar usaha kita buat ngewujudin fotografi itu sebagai hidup kita kedepan.
Tuesday, 10 January 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment